Ketua Yayasan Perguruan Sawerigading, Susanti I Mutia Syahadat, S.Sos, M.Si diapit kedua orangtuannya Drs Lagaligo Syahadat dengan Joice Maramis.

Susanti I Mutia Syahadat, S.Sos, M.Si: Pesan Ayah, UNSA Harus Jalan dan Berkembang

Ketua Yayasan Perguruan Sawerigading, Susanti I Mutia Syahadat, S.Sos, M.Si   lahir  di Makassar, 6  Agustus 1975. Dia anak kedua dari delapan bersaudara, dari pasangan  Drs Lagaligo Syahadat dengan Joice Maramis.

 Cucu  pendiri Univerisitas Sawerigading  ini,  memiliki riwayat pendidikan  dimulai dari sekolah SDN Sudirman dan menyelesaikan di SDN Mangkura III, tahun 1988, SMP  Al – Jihad Jakarta  1991, SMA Negeri  64 Jakarta selesai 1994.

Setelah tamat  SMA, lanjut kuliah di kampus  milik orang tuanya, Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar,  mengambil Jurusan Sastra dan selesai  2004, kemudian lanjut program magister (S2) di Universits WR Supratman Surabaya.

Dia mengambil disertasi penelitian  Implementasi  UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Khususnya Pendidikan Anak Usia Dini di Kecamatan Biringkananya, Makassar, berhasil menyelesaikan studi  S2 pada  2014.   Lanjut studi program S3 di Universitas 17 Agustus Surabaya sejak  2015.

Setahun setelah meraih gelar sarjana (s1), yakni pada  2005, ditarik bergabung ke Unsa sebagai staf administrasi, setelah beberapa tahun sebagai staf administrasi lalu kemudian diamanahi menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Sastra Unsa.

Pada periode 2012 kampus mempercayai  menduduki posisi kepala biro umum dan setahun menjadi kepala biro, ayahandanya almarhum,  Drs Lagaligo Syahadat memberikan amanah atau tugas berat sebagai ketua yayasan Perguruan Sawerigading.

  Ayahnya selalu berpesan ketika masih hidup, jaga baik-baik Universitas Sawerigading (UNSA), lembaga ini harus jalan terus, tidak boleh mati dan harus lebih bagus dan lebih berkembang di waktu-waktu mendatang.

 “Pesan ini yang selalu diingatkan kepada saya. Pesan ini pasti saya ingat terus dan tidak  ingin mengecewakan  bapak, meskipun sudah tiada,”tandas Susanti.

Makanya Susanti dalam setiap kali memberikan sambutan, selalu mengatakan, tantangan sekaligus pekerjaan rumah agar kampus ini tetap eksis sejajar dengan perguruan tinggi yang lebih maju.

Langkah akan ditempuh  adalah lebih fokus  pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya dosen  serta akreditasi pada semua prodi. (nasrullah)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of