Rektor Unsa Makassar Prof Melantik Turun Gunung Membesarkan Shorinji Kempo

Darsil Yahya M
Mahasiswa Fakultas Hukum UNSA Makassar

MAKASSAR.- Penampilan Rektor Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar, Simpai Prof. Andi Melantik Rompegading SH., MH, tampil tangguh dengan memakai pakaian kebesaran olahraga bela diri asal Jepang Shorinji Kempo.

Baju kebesaran Kempo berwarna putih dan hitam, dililit dengan ikat pinggang, dari tali terbuat dari bahan kain dengan ukuran diameter cukup besar.
Penampilannya memukau civitas akademika saat melakukan adu eksebisi dengan atlet yang lebih usia muda di atas matras.

Saat pertandingan eksebisi ini, walau usia sudah tidak muda lagi tetapi masih tetap mampu mengunci dan mematahkan serangan lawan tanding.

Selaku mantan atlet Kempo di Unhas 1980-an, dia masih tetap lincah dan cekatan menghadapi serangan lawan tanding, dan itu nampak dari gerakan selama eksebisi itu.

Peragaan gerakan Shorinji Kempo ini dilakukan Melantik Rompegading saat peresmian Dojo dan UKM Shorinji Kempo di Kampus UNSA, Sabtu (16/12/2017).

Saat memberi sambutan Rektor Unsa, Melantik Rompegading menegaskan, kehadiran Dojo dan UKM Shorinji Kempo sudah saya rencanakan sejak tahun 2005.

Tetapi karena berbagai kendala dan hambatan, sehingga baru kali ini 2017 bisa membuka serta meresmikan di kampus.

Peresmian pusat latihan dan UKM Kempo di kampus, serasa saya baru turun gunung lagi, untuk kembali mengembangan dan membesarkan Kempo, karena selama ini terbentur waktu dan kesibukan.

Melantik Rompegading salah seorang Pengurus PB PERKEMI dan salah seorang atlet Kempo Unhas tahun 1980-an.

Guru Besar Hukum UNSA Makassar ini, pernah mewakili Unhas pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di masa mahasiswa 1980-an.

Ditemui media di kampusnya, Melantik berharap setelah peresmian Dojo dan UKM Shorinji Kempo, bisa menjadikan UNSA salah satu tempat lahirnya bibit-bibit baru atlet Kempo yang kelak mewakili kampus UNSA di POMNAS maupun di kancah internasional.

Jadi mahasiswa UNSA jangan hanya cerdas dalam bidang intelektual tapi fisik dan kejujurannya juga perlu untuk dijaga, tegas Melantik.

Pada peresmian tersebut hadir 21 atlet dari Dojo Dan Shorinji, juga menampilkan beberapa teknik bela diri yang cukup menarik perhatian civitas akademika serta masyarakat sekitar kampus. (*)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of